PRAKTIKUM KANDUNGAN VITAMIN C BERBASIS HAKIKAT SAINS
DIAGRAM VEE DAN LEMBAR KERJA SISWA
PENGARUH
SUHU TERHADAP KANDUNGAN VITAMIN C PADA LARUTAN VITAMIN C DAN SARI BUAH
ANALISIS SILABUS BERBASIS HAKIKAT SAINS
KOMPETENSI DASAR
|
HAKIKAT
SAINS
|
||
PENGETAHUAN
(KOGNITIF)
|
METODE & PROSES
(KETERAMPILAN)
|
NILAI (SIKAP)
|
|
3.Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem pencernaan dan mengaitkannya dengan nutrisi dan bioprosesnya sehingga dapat menjelaskan
proses pencernaan serta gangguan fungsi
yang mungkin terjadi pada sistem pencernaan manusia melalui studi literatur,
pengamatan, percobaan, dan simulasi.
|
Mampu menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun
organ pada sistem pencernaan dan mengaitkannya dengan nutrisi dan bioprosesnya sehingga dapat menjelaskan proses pencernaan serta gangguan fungsi yang mungkin terjadi pada sistem pencernaan manusia sebagai akibat kekurangan vitamin C, mineral yang
berperan sebagai koenzim melalui studil iteratur, pengamatan, percobaan, dan simulasi.
|
Siswa mampu merencanakan dan melaksanakan
langkah-langkah ilmiah kegiatan eksperimen untuk membuktikan pengaruh suhu terhadap
kandungan vitamin C pada larutan vitamin C dan sari buah melalui pengamatan,
pengumpulan data dan analisis data
|
Siswa mampu mengembangkan sikap rasa ingin
tahu, kreatif, inovatif, jujur, dan bertanggung jawab dalam melakukan pengamatan dan
percobaan di dalam laboratorium
Mengagumi keteraturan dan kompleksitas
ciptaan Tuhan tentang struktur dan fungsi Sistem pencernaan yang berfungsi mencerna segala macam makanan dan
minuman yang masuk ke tubuh kita melalui serangkaian proses pemecahan makanan
menjadi molekul yang lebih sederhana menjadi sumber energi, dan sumber bahan
baku untuk membangun tubuh.
Kandungan vitamin C dipengaruhi oleh suhu.
Dengan suhu tinggi kandungan vitamin C pada larutan vitamin C dan sari buah
akan berkurang.
Dalam mengatasi permasalahan kulit, vitamin
C dapat dijadikan sebagai antioksidan untuk memperbaiki jaringan kulit yang
telah rusak akibat radikal bebas yang tidak bisa ditangkal. Selain itu vitamin
C mampu merangsang pembentukan kolagen kulit dan menjaganya dari beragam
kerusakan. Kolagen dibentuk dari adanya produksi hidroksiprolin dan
hidroksilin yang memiliki fungsi untuk mengikat molekul penghasil kolagen.
Kolagen mampu meremajakan kulit sehingga kulit tidak kusam sehingga kulit
semakin kencang. Sifatnya sebagai water holder dapat memberikan kelembapan
pada kulit dan mencegahnya dari resiko kekeringan,
Kebaikan menkonsumsi vitamin C dalam jumlah
yang tepat dan teratur dapat menghambat proses penuaan dini, menghaluskan
kulit serta membentuk pigmen di kulit sehingga kulit terlihat bersih dan
cerah. Dalam merawat kulit, vitamin C juga bisa menjadi perisai bagi kulit
terhadap cahaya matahari, paparan sinarnya akan terhalang oleh adanya vitamin
C yang mengandung antioksidan.
|
4. Menyajikan hasil analisis tentang kelainan pada struktur dan fungsi jaringan pada organ-organ pencernaan yang
menyebabkan gangguan sistem pencernaan manusia melalui berbagai bentuk media presentasi.
|
Siswa mampu menyimpulkan hasil eksperimen
tentang pengaruh suhu terhadap kandungan vitamin C pada larutan vitamin C dan sari buah
Vitamin C termasuk
golongan vitamin antioksidan yang mampu menangkal berbagai radikal bebas
ekstraselular. Beberapa karakteristiknya antara lain sangat mudah teroksidasi
oleh panas, cahaya, dan logam.
·
Struktur
kimia asam askorbat :
·
Karakteristik vit. C : kristal tidak
berwarna atau serbuk kristal putih atau kuning pucat, tidak berbau atau
hampir tidak berbau dan berasa asam.
|
Siswa mampu mengkomunikasikan hasil
eksperimen tentang pengaruh suhu terhadap kandungan vitamin C pada larutan
vitamin C dan sari buah dalam bentuk tabel atau grafik dan menuangkannya
dalam laporan tertulis maupun prensentasi
|
Siswa mampu mengembangkan sikap tekun, jujur, kreatif, bertanggung jawab
dan toleran dalam mengambil suatu keputusan
Siswa mampu mengamalkan nilai-nilai
keimanan dengan mengetahui kelainan pada struktur dan fungsi jaringan pada
organ-organ pencernaan yang menyebabkan gangguan sistem pencernaan dikaitkan
dengan nutrisi dan bioprosesnya.
vitamin C merupakan antioksidan yang melindungi
tubuh terhadap kerusakan yang
disebabkan oleh radikal bebas, bahan kimia beracun dan polutan. berikut
manfaat dari vitamin C untuk kesehatan : Meningkatkan kesehatan rambut; Meningkatkan energi; Memperkuat kuku; Menghambat penuaan kulit ; Mendukung
kekebalan, Mencegah komplikasi setelah
flu, Menurunkan risiko stroke.
Vitamin C merupakan senyawa organik yang
diperlukan tubuh untuk menjaga kesehatan. Kandungan vitamin C dipengaruhi
oleh suhu. Pengaruh suhu tinggi terhadap kandungan vitamin C sangat besar.
|
DIAGRAM
VEE
PENGARUH
SUHU TERHADAP KANDUNGAN VITAMIN C
PADA LARUTAN VITAMIN C DAN SARI BUAH
1. Fokus Pertanyaan
a. Apakah
semua sari buah mengandung vitamin C?
b. Apakah
suhu tinggi berpengaruh terhadap kandungan vitamin C?
c. Bagaimana
kandungan vitamin C pada masing-masing perlakuan dengan suhu yang berbeda?
2. Dasar Nilai
Vitamin C atau asam askorbat adalah nutrien dan vitamin yang
larut dalam air dan penting untuk kehidupan serta untuk menjaga kesehatan,
antara lain memperkuat imunitas terhadap infeksi, menjaga struktur kolagen,
membantu penyerapan zat besi, mempertajam kesadaran dan sebagai antioksidan. Vitamin
C termasuk golongan antioksidan karena sangat mudah teroksidasi oleh panas,
cahaya, dan logam.
3. Dasar Teori
Keasaman atau pH vitamin C tergolong asam. Vitamin C sangat
sensitif terhadap pemanasan,
bahkan pemanasan yang tergolong ringan (sedikit diatas suhu kamar). Vitamin C
juga sensitif terhadap sinar, senyawa oksidator (seperti : iodium, Hydrogen
Peroksida dll) dan logamserta
pemanasan yang tinggi dapat mempercepat laju oksidasi pada vitamin C yang
menyebabkan kerusakan pada sari buah. Vitamin C teroksidasi dalam larutan
oleh oksigen, dimana terjadi reaksi hidrolisis protein dan lisin menjadi
hidroksiprolin dan hidroksilisin (merupakan bahan pembuatan kolagen).
Reaksi hidrolisis dapat diuraikan
sebagai berikut :
H20
Dengan
struktur kimia berikut ini :
·
Massa molar : 176,12 g/mol
·
Kepadatan : 1,69 g/cm³
·
Titik lebur : 190 °C
·
Titik didih : 553 °C
·
Larut dalam : Air
·
Nama IUPA C: (R)-3,4-dihydroxy-5-((S) -
1,2-dihydroxyethyl)furan-2(5H)-one
Vitamin C stabil pada keadaan kering,
namun dalam bentuk larutan mudah teroksidasi, terutama dalam larutan alkali.
Oksidasi dipercepat dengan adanya panas, cahaya, oksidator dan logam berat.
Vitamin C inkompatibel dengan garam besi, agen pengoksidasi dan garam dari
logam berat.
Vitamin C mudah diabsorpsi di saluran
cerna dan terdistribusi secara luas ke dalam jaringan. Konsentrasi tertinggi
ada dalam leukosit dan platelet daripada dalam eritrosit dan plasma. Jumlah
vitamin C yang direkomendasikan adalah 90 mg per hari untuk laki-laki dan 75 mg
untuk wanita. Tubuh dapat menyerap maksimum vitamin C sebesar 400 mg per hari.
Vitamin C yang berlebih akan diekskresikan lewat urin.
Asam askorbat mudah dioksidasi menjadi
asam dehidroaskorbat. Dengan demikian maka vitamin C juga berperan dalam
menghambat reaksi oksidasi yang berlebihan dalam tubuh dengan cara bertindak
sebagai antioksidan. Dalam
tubuh, vitamin C berperan sebagai suatu kofaktor dalam reaksi hidrosilasi dan
amidasi. Pada sintesis kolagen, vitamin C mempercepat hidroksilasi prolin dan
lisin pada prokolagen menjadi hidroksiprolin dan hidroksilisin, serta
menstimulasi sintesis peptida kolagen. Vitamin C meningkatkan aktivitas enzim
amidase yang berperan dalam pembentukan hormon oksitosin.
4. Konsep Dasar
Larutan
vitamin C dan sari buah yang diteteskan pada amilum iodida akan menghasilkan
perubahan warna sampai warna biru pada amilum iodida hilang dan jumlah tetesan
serta perubahan warna tersebut menunjukkan kandungan vitamin C pada masing-masing
perlakuan. Semakin banyak jumlah tetesan berarti semakin sedikit oksidasi
vitamin C pada perlakuan tersebut. Dan perlakuan yang dipanaskan hingga
mendidih akan menunjukkan penurunan kandungan vitamin C pada larutan vitamin C
dan sari buah yang diakibatkan adanya oksidasi.
5. Metode
Hipotesis
:
Semakin
tinggi suhu maka semakin berkurang kandungan vitamin C yang diakibatkan oleh
oksidasi.
6. Pelaksanaan
a.
Semakin banyak jumlah tetesan amilum iodida
berarti semakin sedikit kandungan vitamin C pada larutan vitamin C dan sari
buah
b.
Semakin tinggi suhu pada larutan vitamin C
dan sari buah maka kandungan vitamin C semakin berkurang
c.
Variabel :
1).
Variabel bebas/Independen : suhu
2).
Variabel terikat/Dependen : kandungan
vitamin C
3).
Variabel kontrol :
- Konsentrasi dan volume amilum Iodida
- Konsentrasi sari buah
- ukuran tabung reaksi
- ukuran pipet tetes
- Lamanya waktu pemanasan
d.
Perlakuan :
I : Amilum iodida + larutan vitamin C
II : Amilum iodida + larutan sari buah
jeruk
III : Amilum iodida + larutan sari buah jambu
biji merah
IV : Amilum iodida + larutan sari buah tomat
V : Amilum iodida + larutan vitamin C
setelah dipanaskan
VI :
Amilum iodida + larutan sari buah jeruk setelah dipanaskan
VII :
Amilum iodida + larutan sari buah jambu biji merah setelah
dipanaskan
VIII :
Amilum iodida + larutan sari buah tomat setelah dipanaskan
7. Hasil Pengamatan
Tabel : Prosentase kandungan Vitamin C pada suhu yang
berbeda
Tabung
|
Perlakuan
|
Jumlah tetesan
|
Kadar vitamin C
(%)
|
I
|
Amilum iodida +
larutan vitamin C
|
||
II
|
Amilum iodida +
sari buah jeruk
|
||
III
|
Amilum iodida +
sari buah jambu biji merah
|
||
IV
|
Amilum iodida +
sari buah tomat
|
||
V
|
Amilum
iodida + larutan vitamin C setelah dipanaskan
|
||
VI
|
Amilum
iodida + sari buah jeruk setelah dipanaskan
|
||
VII
|
Amilum
iodida + sari buah jambu biji merah setelah dipanaskan
|
||
VIII
|
Amilum
iodida + sari buah tomat setelah dipanaskan
|
Keterangan :
Variasi suhu : 1. Suhu kamar
2. 40OC
3. 50OC
4. 60OC
5. 70OC
6. 80OC
8. Transformasi Data
1)
Jelaskan mengapa eksperimen tentang uji
kandungan vitamin C menggunakan larutan vitamin C dan sari buah?
2)
Mengapa jumlah tetesan larutan vitamin C dan
sari buah mempengaruhi kandungan vitamin C?
3)
Jelaskan mengapa larutan vitamin C dan sari
buah yang dipanaskan menurunkan kandungan vitamin C?
4)
Buatlah tabel dan grafik berdasarkan data
hasil pengamatan!
5)
Bagaimana hubungan antara suhu dengan
kandungan vitamin C?
9. Kesimpulan
Buatlah
kesimpulan berdasarkan Jumlah tetesan larutan vitamin C dan sari buah dengan
melihat prosentase penurunan kandungan vitamin C pada suhu yang berbeda!
10. Evaluasi
1). Kesimpulan apa yang dapat anda buat berdasarkan data yang
dikumpulkan?
2). Apakah kesimpulan yang anda buat menerima atau menolak hipotesis?
3). Apa yang terjadi bila tubuh kita kekurangan vitamin C?
4). Bagaimana cara memasak bahan makanan yang
benar agar kandungan vitamin C tidak rusak atau mengalami penurunan?
5) Jelaskan manfaat vitamin C dalam menjaga
kesehatan manusia!
LEMBAR KERJA
SISWA (LKS) PRAKTIKUM
PENGARUH SUHU
TERHADAP KANDUNGAN VITAMIN C
PADA LARUTAN VITAMIN C DAN SARI BUAH
1.
MATA PELAJARAN : Biologi
2.
KELAS/SEMESTER : XI / I
3.
MATERI POKOK :
Zat Makanan
4.
ALOKASI WAKTU :
3 minggu x 4 JP
5.
KOMPETENSI DASAR
3.7 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem pencernaan dan mengaitkannya dengan nutrisi dan bioprosesnya sehingga dapat menjelaskan proses
pencernaan serta gangguan fungsi yang mungkin terjadi pada sistem pencernaan manusia melalui studil iteratur, pengamatan,
percobaan, dan simulasi.
4.7 Menyajikan hasil analisis tentang kelainan pada struktur dan fungsi jaringan pada organ-organ pencernaan
yang menyebabkan gangguan sistem pencernaan manusia melalui berbagai bentuk media presentasi.
6.
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
Pengetahuan :
a. Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem pencernaan dan mengaitkannya dengan nutrisi dan bioprosesnya sehingga dapat menjelaskan proses
pencernaan serta gangguan fungsi yang mungkin terjadi pada sistem pencernaan manusia melalui studil iteratur, pengamatan,
percobaan, dan simulasi.
b. Menyimpulkan
hasil eksperimen tentang pengaruh suhu terhadap kandungan vitamin C pada
larutan vitamin C dan sari buah
Keterampilan
:
a. Melaksanakan
langkah-langkah ilmiah kegiatan eksperimen untuk membuktikan pengaruh suhu
terhadap kandungan vitamin C pada larutan
vitamin C dan sari buah melalui pengamatan, pengumpulan data dan
analisis data
b.
Mengkomunikasikan hasil eksperimen tentang
pengaruh suhu terhadap kandungan vitamin C pada larutan vitamin C dan sari buah
dalam bentuk tabel atau grafik dan menuangkannya dalam laporan tertulis maupun prensentasi
Sikap
:
a. Membentuk
sikap rasa ingin tahu, kreatif, inovatif, jujur dan bertanggung jawab dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam laboratorium
b. Mengagumi
keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang struktur dan fungsi sel,
jaringan, organ penyusun sistem pencernaan dan mengaitkannya dengan nutrisi dan
bioprosesnya.
7.
TUJUAN PRAKTIKUM :
Untuk
mengetahui pengaruh suhu terhadap kandungan vitamin C pada larutan vitamin C
dan sari buah
8.
LANDASAN TEORI :
1). Vitamin
C atau asam askorbat adalah nutrien dan vitamin yang larut dalam air
dan penting untuk kehidupan serta untuk menjaga kesehatan, antara lain
memperkuat imunitas terhadap infeksi, menjaga struktur kolagen, membantu
penyerapan zat besi, mempertajam kesadaran dan sebagai antioksidan. Vitamin C
termasuk golongan antioksi dan karena sangat mudah teroksidasi oleh panas,
cahaya, dan logam. Asam
askorbat sangat mudah teroksidasi secara revesibel menjadi
asam L-dehidroaskorbat. Asam L-dehidroaskorbat secara kimia sangat labil
dan dapat mengalami perubahan lebih lanjut menjadi asam L-diketogulonat
yang tidak memiliki keaktifan vitamin C lagi. Penggunaaan vitamin C sebagai antioksidan
semakin sering dijumpai.
2). Keasaman
atau pH vitamin C tergolong asam. Vitamin C sangat sensitif terhadap pemanasan, bahkan pemanasan
yang tergolong ringan (sedikit diatas suhu kamar). Vitamin C juga sensitif terhadap
sinar, senyawa oksidator (seperti : iodium, Hydrogen Peroksida dll) dan logam serta
pemanasan yang tinggi dapat mempercepat laju oksidasi pada vitamin C yang
menyebabkan kerusakan pada sari buah. Vitamin C teroksidasi dalam
larutan oleh oksigen, dimana terjadi reaksi hidrolisis protein dan lisin
menjadi hidroksiprolin dan hidroksilisin (merupakan bahan pembuatan kolagen).
Reaksi hidrolisis dapat diuraikan sebagai berikut :
H20
Dengan
struktur kimia berikut ini :
3). Vitamin
C stabil pada keadaan kering, namun dalam bentuk larutan mudah teroksidasi,
terutama dalam larutan alkali. Oksidasi dipercepat dengan adanya panas, cahaya,
oksidator dan logam berat. Vitamin C inkompatibel dengan garam besi, agen
pengoksidasi dan garam dari logam berat.
4). Vitamin
C mudah diabsorpsi di saluran cerna dan terdistribusi secara luas ke dalam
jaringan. Konsentrasi tertinggi ada dalam leukosit dan platelet daripada dalam
eritrosit dan plasma. Jumlah vitamin C yang direkomendasikan adalah 90 mg per
hari untuk laki-laki dan 75 mg untuk wanita. Tubuh dapat menyerap maksimum
vitamin C sebesar 400 mg per hari. Vitamin C yang berlebih akan diekskresikan
lewat urin.
5) Asam
askorbat mudah dioksidasi menjadi asam dehidroaskorbat. Dengan demikian maka
vitamin C juga berperan dalam menghambat reaksi oksidasi yang berlebihan dalam
tubuh dengan cara bertindak sebagai antioksidan. Dalam
tubuh, vitamin C berperan sebagai suatu kofaktor dalam reaksi hidrosilasi dan
amidasi. Pada sintesis kolagen, vitamin C mempercepat hidroksilasi prolin dan
lisin pada prokolagen menjadi hidroksiprolin dan hidroksilisin, serta
menstimulasi sintesis peptida kolagen. Vitamin C meningkatkan aktivitas enzim
amidase yang berperan dalam pembentukan hormon oksitosin.
9.
ALAT DAN BAHAN :
a. Alat
-
12 buah tabung reaksi
-
1 buah rak tabung reaksi
-
1 buah pembakar bunsen
-
1 buah kaki 3
-
1 buah penjepit kayu
-
9 buah pipet tetes
-
2 buah
gelas ukur ukuran 25 atau 50 ml
-
1 buah
beaker glass ukuran 500 ml
-
1 buah
termometer
-
1 bungkus Korek api
-
1 lembar Kertas label
-
1 buah tisu
b. Bahan
-
100 ml larutan vitamin C 0,1 %
-
250 ml larutan sari buah jeruk
-
250 ml larutan sari buah jambu merah
-
250 ml larutan sari buah tomat
-
20 ml Larutan Amilum Iodida
-
500 ml Aquades (H2O)
10. LANGKAH
KERJA
1)
Masing-masing kelompok menyiapkan alat dan
bahan dengan memperhatikan kandungan vitamin C pada suhu yang berbeda :
a.
Kelompok 1 : suhu kamar dan suhu 40oC
b.
Kelompok 2 : suhu kamar dan suhu 50oC
c.
Kelompok 3 : suhu kamar dan suhu 60oC
d.
Kelompok 4 : suhu kamar dan suhu 70oC
e.
Kelompok 5 : suhu kamar dan suhu 80oC
f.
Kelompok 6 : suhu kamar dan suhu 90oC
2)
Sediakan 8 buah tabung reaksi dan isi
masing-masing tabung dengan 1 ml larutan amilum iodida
3)
Membuat tanda pada kertas label dengan nomor
I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII dan ditempelkan pada tabung reaksi, sesuai
perlakuan berikut :
I : Amilum iodida + larutan vitamin C
II : Amilum
iodida + larutan sari buah jeruk
III : Amilum iodida + larutan sari buah jambu biji merah
IV : Amilum iodida + larutan sari buah tomat
V : Amilum iodida + larutan vitamin C setelah
dipanaskan
VI : Amilum iodida + larutan sari buah jeruk
setelah dipanaskan
VII : Amilum iodida + larutan sari buah jambu biji
merah setelah
dipanaskan
VIII :Amilum iodida
+ larutan sari buah tomat setelah dipanaskan
4)
Masukkan 1 ml larutan amilum iodida kedalam
tabung reaksi
5)
Teteskan larutan vitamin C pada tabung reaksi
I yang berisi amilum iodida sampai warna biru pada amilum iodida hilang. Catatlah
berapa tetes larutan vitamin C untuk menetralkan larutan amilum iodida.
6)
Dengan cara yang sama, teteskan larutan sari
buah jeruk pada tabung II, larutan sari buah jambu pada tabung III dan larutan
sari buah tomat pada tabung IV. Catat berapa tetes masing-masing larutan sari
buah untuk menetralkan larutan amilum iodida.
7)
Hitunglah kandungan vitamin C dari percobaan
tadi dan catat hasilnya. Kandungan vitamin C pada larutan vitamin C 100%
menjadi indikator menghitung kandungan vitamin C pada perlakuan lainnya.
8)
Siapkan 4 buah tabung reaksi dan berilah
label A, B, C, dan D
9)
Tabung A masukkan larutan vitamin C sebanyak
5 ml
10)
Tabung B masukkan larutan sari buah jeruk
sebanyak 15 ml
11)
Tabung C masukkan larutan sari buah jambu
biji sebanyak 15 ml
12)
Tabung D masukkan larutan sari buah tomat sebanyak
15 ml
13)
Panaskan tabung A, B, C dan D hingga
mendidih. Catat suhunya.
14) Teteskan
larutan pada tabung A kedalam tabung reaksi V yang berisi amilum iodida seperti
pada langkah 4.
15) Teteskan
larutan pada tabung B kedalam tabung reaksi VI yang berisi amilum iodida
seperti pada langkah 5.
16) Teteskan
larutan pada tabung C kedalam tabung reaksi VII yang berisi amilum iodida
seperti pada langkah 5.
17) Teteskan
larutan pada tabung D kedalam tabung reaksi VIII yang berisi amilum iodida
seperti pada langkah 5.
18) Hitunglah
kandungan vitamin C dari percobaan tadi dan catat hasilnya, seperti pada
langkah 6.
19) Hitunglah
Prosentase kandungan vitamin C dan amati perbedaan prosentase kandungan vitamin
C pada suhu yang berbeda.
20) Data
masing-masing kelompok dikumpulkan dan dianalisis penurunan prosentase
kandungan vitamin C pada setiap tingkatan suhu.
11. HASIL
PENGAMATAN
Tabel
: Hasil Kandungan Vitamin C pada Larutan Vitamin C dan Sari Buah
Tabung
|
Perlakuan
|
Jumlah tetesan
|
Kadar
vitamin C
|
I
|
Amilum iodida +
larutan vitamin C
|
||
II
|
Amilum iodida +
larutan sari buah jeruk
|
||
III
|
Amilum iodida +
larutan sari buah jambu biji merah
|
||
IV
|
Amilum iodida +
larutan sari buah tomat
|
||
V
|
Amilum
iodida + larutan vitamin C setelah dipanaskan
|
||
VI
|
Amilum
iodida + larutan sari buah jeruk setelah dipanaskan
|
||
VII
|
Amilum
iodida + larutan sari buah jambu biji merah setelah dipanaskan
|
||
VIII
|
Amilum
iodida + larutan sari buah tomat setelah dipanaskan
|
REKAP PROSENTASE PENURUNAN KANDUNGAN VITAMIN C
PADA SUHU YANG BERBEDA
Jumlah tetesan larutan pada amilum iodida /
prosentase penurunan kandungan vitamin C
|
|||||||||
KELOMPOK
|
SUHU
|
Vit.
C
|
%
|
Jambu
|
%
|
Jeruk
|
%
|
Tomat
|
%
|
1
|
Kamar
|
||||||||
40oC
|
|||||||||
2
|
Kamar
|
||||||||
50oC
|
|||||||||
3
|
Kamar
|
||||||||
60oC
|
|||||||||
4
|
Kamar
|
||||||||
70oC
|
|||||||||
5
|
Kamar
|
||||||||
80oC
|
|||||||||
6
|
Kamar
|
||||||||
90oC
|
|||||||||
Rata-rata jumlah tetes larutan
|
|||||||||
Rata-rata Prosentase
|
|||||||||
ANALISIS DATA
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
...............................................................................................................................
12. PERTANYAAN
- Jelaskan mengapa eksperimen tentang uji kandungan vitamin C menggunakan larutan vitamin C dan sari buah?
- Mengapa jumlah tetesan larutan vitamin C dan sari buah mempengaruhi kandungan vitamin C?
- Jelaskan mengapa larutan vitamin C dan sari buah yang dipanaskan menurunkan kandungan vitamin C?
- Buatlah tabel dan grafik berdasarkan data hasil pengamatan!
- Bagaimana hubungan antara suhu dengan kandungan vitamin C?
- Kesimpulan apa yang dapat anda buat berdasarkan data yang dikumpulkan?
- Apakah kesimpulan yang anda buat menerima atau menolak hipotesis?
- Apa yang terjadi bila tubuh kita kekurangan vitamin C?
- Bagaimana cara memasak bahan makanan yang benar agar kandungan vitamin C tidak rusak atau mengalami penurunan?
- Jelaskan manfaat vitamin C dalam menjaga kesehatan manusia!

No comments:
Post a Comment